What is the return policy?

Most unopened items in new condition and returned within 90 days will receive a refund or exchange. Some items have a modified return policy noted on the receipt or packing slip. Items that are opened or damaged or do not have a receipt may be denied a refund or exchange. Items purchased online or in-store may be returned to any store.

Online purchases may be returned via a major parcel carrier. Click here to initiate a return.

How long does it take to process a refund?

We will reimburse you for returned items in the same way you paid for them. For example, any amounts deducted from a gift card will be credited back to a gift card. For returns by mail, once we receive your return, we will process it within 4–5 business days. It may take up to 7 days after we process the return to reflect in your account, depending on your financial institution's processing time.

What is the policy for late/non-delivery of items ordered online?

Our local teams work diligently to make sure that your order arrives on time, within our normal delivery hours of 9AM to 8PM in the recipient's time zone. During busy holiday periods like Christmas, Valentine's and Mother's Day, we may extend our delivery hours before 9AM and after 8PM to ensure that all gifts are delivered on time. If for any reason your gift does not arrive on time, our dedicated Customer Service agents will do everything they can to help successfully resolve your issue.

Click here to complete the form with your order-related question(s).

When will my credit card be charged?

We'll attempt to securely charge your credit card at the point of purchase online. If there's a problem, you'll be notified on the spot and prompted to use another card. Once we receive verification of sufficient funds, your payment will be completed and transferred securely to us. Your account will be charged in 24 to 48 hours.

Will I be charged sales tax for online orders?

Local and State sales tax will be collected if your recipient's mailing address is in:
  • Arizona
  • California
  • Colorado
Bedanya Reseller dan Dropshipper Yang Harus Kamu Tahu - raja inovasi

Bedanya Reseller dan Dropshipper Yang Harus Kamu Tahu

Seiring tren belanja online yang terus berkembang, semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan, misalnya berjualan online dengan sistem bedanya reseller dan dropshipper. Kedua sistem bisnis tersebut tidak membutuhkan modal yang besar dan relatif mudah dilakukan oleh siapa saja.

Meski terlihat mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup kontras. Berikut 5 perbedaan antara reseller dan dropshippers yang perlu Anda ketahui.

Cara Kerja yang Berbeda

Hal pertama yang membedakan antara reseller dan dropshipper tentunya adalah cara kerjanya. Reseller bisa dikatakan hampir sama dengan pedagang konvensional, yaitu mengharuskan Anda untuk men-stock suatu barang terlebih dahulu sebelum menjualnya ke konsumen. Reseller biasanya mendapatkan barang dari supplier atau distributor.

Sedangkan drop shipper lebih menekankan pada proses pemasaran. Setelah proses pemasaran berhasil, biasanya Anda akan menerima pesanan sekaligus pembayaran dari konsumen. Setelah itu order harus diteruskan ke supplier. Setelah pemasok menerima pesanan, mereka akan mengirimkan barang tersebut ke alamat pelanggan dengan menggunakan nama toko Anda.

Modal Ditempatkan

Dilihat dari cara kerja mereka di atas, tentunya modal yang dibutuhkan juga berbeda. Reseller butuh modal lebih besar karena harus punya saham dulu. Sedangkan drop shipper bisa dikatakan hampir tidak perlu mengeluarkan biaya apapun selain untuk kegiatan pemasaran. Bahkan dengan sistem dropship Anda dapat menerima pembayaran dan memanfaatkannya di muka.

Manfaat yang didapat

Berbicara tentang keuntungan, tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya. Namun jika kita berangkat dengan asumsi keduanya melakukan transaksi dalam jumlah yang sama, maka reseller lebih menguntungkan. Mengapa?

Reseller biasanya membeli saham dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga harga beli yang didapat juga akan lebih murah dari pada harga beli unit tersebut. Sedangkan drop shipper hanya melakukan pembelian barang setelah ada pesanan dari konsumen. Dengan kata lain, harga beli yang diperoleh dari pemasok adalah harga beli satuan. Jika keduanya sama-sama menjual dengan harga yang sama. Reseller lebih menguntungkan.

Risiko Tertanggung

Setiap model bisnis, apapun bentuknya, memiliki resiko, termasuk reseller dan dropshippers. Risiko dropshipper memang cenderung lebih kecil daripada reseller. Salah satu risiko paling umum dari seorang dropshipper adalah tidak ada pelanggan yang tertarik dengan produk yang Anda tawarkan. Dengan kata lain, biaya yang Anda keluarkan untuk iklan atau pemasaran tidak membuahkan hasil.

Reseller juga memiliki resiko yang hampir sama, namun pada level yang relatif lebih besar, karena selain biaya pemasaran, reseller juga mengeluarkan biaya untuk membeli stock produk. Jadi, jika produk tidak laku di pasaran, kerugiannya akan lebih besar daripada drop shipper.

Layanan kepada Konsumen

Hal terakhir yang membedakan keduanya adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada konsumen. Setelah menerima pesanan, reseller perlu mengemas dan mengirimkan barangnya sendiri. Sedangkan drop shipper hanya meneruskan pesanan dari konsumen ke pemasok. Pemasok kemudian akan mengirimkan pesanan ke alamat pelanggan.

Dropshipper hanya bertindak sebagai perantara yaitu menerima pesanan pelanggan dan meneruskannya ke pemasok tanpa perlu repot memikirkan proses pengemasan dan pengiriman.

Itulah bedanya reseller dan dropshipper, baca juga artikel menarik berikut: cara menggunakan aplikasi zoom , jasa iklan facebook ads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *